Kamis, 17 November 2016

Just Because Anyone Else Gives You More Than Me


Saya jadi ingat sebuah cerita tentang seorang wanita yang mengkhianati kekasihnya karena alasan Long Distance Rabi disik eh Long Distance Relationship.

Saya: kamu kenapa tega mengkhianati kekasihmu?

Wanita: karena pacar saya jauh, ketemu cuma sebulan sekali. Sedangkan dia (selingkuhan saya) hampir tiap hari selalu ada buat saya.

Saya: memangnya pacar kamu dimana dan ngapain saja,sampai bisa jarang bertemu? Kalian sudah berapa lama pacaran?

Wanita: dia bekerja di Jakarta,sedangkan saya di solo. jadi dia pulang dan bertemu saya sebulan sekali. Padahal kita ada rencana menikah taun depan.tapi saya kecewa, dia gak pernah ada buat saya. Aku sama dia udah 3 tahun, dia mulai bekerja di Jakarta setahun ini.

Saya: kalo dia selingkuhan kamu itu rumahnya dimana?

Wanita: rumahnya dekat kok, Cuma 2-3 km dari rumahku,dia freelance kerjanya. Dia pengertian, selalu ada buat aku.sering ngasih ini itu.

Saya:  hmm, kemaren aku habis ngobrol sama pacar kamu. dia berkata, dia sangat mencintaimu. Dia sedang berjuang mengumpulkan uang buat pernikahan kalian taun depan, agar bisa terlaksana lebih cepat. Sebenarnya dia inginnya pulang ke solo 3 bulan sekali, untuk menghemat biaya agar uangnya terkumpul lebih cepat.tapi karena dia rindu kamu dan keluarganya maka dia pulang sebulan sekali. dia libur Cuma 2 hari. jadi harus naik pesawat buat pulang, yang biayanya tidak sedikit. Hari sabtu dia sampe sini,dia habiskan waktunya sehari untuk bertemu orangtua dan adiknya, minggunya kamu tau kan dia ada bersamamu.

Sedangkan untuk selingkuhan kamu wajar dia selalu ada buat kamu, karena jarak rumah kalian dekat. Dan pekerjaannya freelance jadi waktunya fleksibel. Saya dapat kabar kalau selingkuhan kamu itu juga jalan sama wanita lain, mungkin dia melakukan perhatian ini tidak hanya untukmu. untuk ini itu yang dia berikan mungkin dia lebih suka memberi hadiah daripada berusaha lebih cepat mengadakan ijab sah.

Jadi masalahnya bukan kekasihmu yang tidak pernah ada buat kamu, tapi kamu yang tidak mau berkorban untuk masa depan kalian.
(sang wanita mulai meneteskan air mata mendengar penjelasan panjang lebar dari saya)
Wanita: aku menyesal, jadi aku harus bagaimana?
Saya: minta maaflah pada kekasihmu jika kamu masih mencintainya. Semoga kalian masih bisa bersama. 

Dan belajarlah menilai bukan dari apa yang dia berikan, tapi seberapa besar usahanya untuk memberikannya kepadamu.

Selasa, 17 Mei 2016

Belajar dari Ranieri, Belajar dari Leicester City


Entah kenapa saya ikut terharu dan merinding waktu melihat Leicester city mengangkat trophy Premier League tadi malam. Selalu menyenangkan melihat tim underdog berjaya, seolah mereka mewakili kaum minoritas. Yang tidak diunggulkan, direndahkan dan dianggap sebelah mata. Saat yunani berhasil mengalahkan Portugal  di final piala eropa tahun 2004, saya kira itu dongeng dalam sepakbola yang tidak akan terulang kembali. Mungkin masih ada FC Porto yang berhasil  menjuarai Liga Champions saat mereka tidak diunggulkan. Atletico Madrid yang berhasil menjuarai La Liga disaat Barcelona dan Real Madrid sedang jaya jayanya. Tapi ternyata ada dongeng yang lebih kurang ajar dari mereka, Leicester city berhasil mengangkat trophy Premier League bahkan disaat laga masih menyisakan dua pertandingan lagi. Tim yang bahkan di bursa taruhan awal musim hanya diberi peluang satu berbanding lima ribu  untuk juara. Entah mengapa mereka tidak mengikuti naskah yang sudah dituliskan oleh mereka sendiri, yaitu yang penting bertahan di Premier League.
Mungkin Tuhan secara tidak langsung menyuruh kita belajar dari kesuksesan Leicester musim ini, dan ini adalah hal -hal yang bisa kita ambil pelajarannya dari anak asuhan Claudio Ranieri.

1. Selalu sertakan doa dalam setiap usahamu
Ada yang berkata doa tanpa usaha adalah sia-sia belaka, begitupun sebaliknya. Apa yang diraih Leicester musim ini adalah kekuatan dari usaha, doa dan keberuntungan. Mereka beruntung karena tim –tim besar musim ini kebetulan tampil inkonsisten dan pemain –pemain penting mereka hampir tidak ada yang cedera dalam waktu yang lama. Usaha mereka jelas terlihat, saat mereka secara ajaib bisa lolos dari ancaman degradasi musim lalu pada detik-detik terakhir dan melanjutkannya pada musim ini. Soal doa tidak perlu diragukan lagi, banyak yang mendoakan Leicester untuk juara. Sampai- sampai pelatih Totenham hotspur rival terdekat mereka cemburu saat mayoritas tim lain di BPL secara terang-terangan mendukung Leicester City. Dan itulah ketika Doa, usaha dan keberuntungan disatukan, ditambah kehendak Tuhan maka yang terjadi terjadilah”

2. Ketika yang kamu lakukan itu benar, tidak usah peduli dengan orang lain.
Ketika Atletico Madrid berhasil menyingkirkan Barcelona & Bayer Munchen di liga champions musim ini ada beberapa kalangan yang mencibir cara bermain atletico yang cenderung bertahan atau yang lebih dikenal dengan parkir bus. Demikian juga apa yang dilakukan Leicester musim ini, mereka cenderung bermain bertahan dengan pressing ketat. Tapi apa yang dilakukan Leicester maupun Atletico tidak dilarang dalam sepak bola. Mereka tidak curang dan masih dalam koridor fair play, coba bayangkan apabila tim-tim kecil seperti mereka bermain keluar menyerang seperti apa yang diinginkan Arturo vidal (gelandang bayer munchen), tidak akan ada kejutan di dalam sepak bola. Kita sudah bisa menebak bahwa tim-tim besarlah yang akan mencapai singgasana juara. Leicester city hanya melakukannya dengan cara yang berbeda dari kebanyakan . mereka tetap berpegang teguh pada tujuan utama sepak bola, yaitu mencetak gol lebih banyak daripada lawan. Karena kita terlalu sering mencela seseorang hanya karena dia melakukannya dengan cara yang berbeda dengan kita. Meskipun cara itu sama benarnya. Teringat kata ini “kita sering mencela orang lain hanya karena mereka melakukan dosa yang berbeda dengan kita”

3. Di dalam kehidupan selalu ada yang pertama
Sebelum berhasil membawa Leicester menjuarai Premier League Claudio ranieri lebih dikenal sebagai Mr. Runner Up. Ya semua mantan klub yang pernah dilatihnya tidak ada yang bisa dibawanya juara kompetisi teratas. paling hanya gelar coppa italia yang pernah dia raih,ranieri lebih sering membawa klub yang ditanganinya menjadi runner up atau nyaris juara. Bahkan jose mourinho pernah berkata ranieri tak akan pernah juara liga. Tapi mourinho lupa, bahwa di kehidupan selalu ada yang pertama. Tanpa yang pertama kita tidak akan pernah meraih yang kedua, dari yang pertamalah kita bisa belajar dari pengalaman. Dan ranieri tahu betul itu, dia belajar dari pengalaman sebelumnya . bahkan dia berhasil juara bersama tim yang jika dianalogikan dalam cerita cinta adalah “kamu adalah ketidakmungkinan yang sulit untuk diperjuangkan”

4. Tetaplah Rendah hati
Ranieri berbeda dengan mourinho yang sombong dan arogan, yang menyebut dirinya special one. ranieri juga bukan wenger yang tetap bicara juara di depan media disaat poin tim mereka terpaut jauh dari pemuncak klasemen, bahkan mezut ozil pun ketika itu sudah menyerah. Ranieri adalah sosok yang tetap membicarakan target 40 poin mereka di awal musim padahal saat itu mereka ada di tahta klasemen. Tetapi kita semua tahu dibelakang layar dia adalah motivator ulung bagi anak asuhnya, dia seolah sosok yang menjelaskan filosofi bahwa “Langit tidak perlu menjelaskan bahwa dirinya tinggi” .
Congrats Leicester City, Congrats The Thinkerman…kami belajar banyak darimu.

Sabtu, 06 Februari 2016

Tentang hujan yang menolak berhenti di Kota ini



Hujan malam itu seperti menolak berhenti, terus membasahi jalan di kota ini. Ditemani secangkir kopi aku terus menatap jalan yang penuh hiruk pikuk dan mulai terlihat genangan di berbagai sisi. Sesekali nampak orang berjalan keluar dari stasiun, kemudian menghampiri bapak supir becak yang masih mengais rezeki di tengah deru hujan yang lebat ini. semoga berkah ya pak..

Di sisi kiri saya berdiri hotel megah yang dahulu adalah pabrik sari petojo, kontras dengan tempat saya duduk sekarang untuk melepas penat. Wedangan sederhana yang hanya menyuguhkan nasi kucing beserta lauk pauknya dan kehangatan wedang jahenya.

Kota ini selalu spesial. meskipun banyak hati dipatahkan dikota ini, banyak perasaan yang tak terungkapkan  dan banyak jiwa terkekang oleh pekerjaan. Bagi saya keramahan kota ini masih sangat terasa, ribuan kenangan terpatri disini..bagi kamu yang tinggal disini syahdunya duduk berdua di ngarsopuro dan sejuknya taman balekambang pasti tak terelakkan.
 
Juga beraneka wisata kuliner di Galabo tak akan membuatmu bosan mencicipi makanan khas kota ini. Dan jangan lupakan event event semacam Solo International Performing Arts (SIPA), Festival Jenang, Solo Keroncong festival dan aneka hiburan lainnya yang hanya ada di kota ini.

untuk Kota Solo ku yang mulai macet ini tapi tetap nyaman untuk dihuni dan untuk kamu yang saat ini sedang sering kudoakan setiap hari, mungkin lirik lagu ini bisa mewakili


“hadapi keras kota ini, hiruk pikuknya terasa sunyi

Namun sapaanmu tetap indah, mengikis amarah meluluhkan gundah”

-The Rain-

Ketika melihat social media hanya berisi keluhan, makian, dan pamer kelebihan. melihat hujan yang sedang menolak berhenti di depan stasiun purwosari adalah penawar letih paling seksi.